Saturday, June 17, 2017

Tanya Jawab Ya Gitu #3

"Ceritain dong curhat pasif kalian yang kalian rasa paling seru" –Shasha

Sebelum menjawab, mungkin ada baiknya didefinisikan dulu apa itu curhat pasif. Alkisah (tsah), gw pernah menjabarkan seperti ini:

Curhat pasif adalah curhat 'males' di mana lo nggak harus ngoceh nggak karuan, berharap ada yang mau dengerin dan ngertiin. Bukan males curhat tapi ya, bedain.

Dalam curhat pasif, mulut lo bungkam, tapi ada kepuasan dan kelegaan hati yang setara dengan curhat aktif. Contoh aktivitasnya adalah baca buku, dengerin lagu, nonton film, cari quote, dengerin cerita orang, dll.

http://fidellanandhita.blogspot.co.id/2013/02/curhat-pasif.html

***

Sebenernya yang seru ada banyak! Mungkin karena gw hobinya curhat, baik aktif maupun pasif. Haha. Yang terkini, gw copas aja yah di sini:

Orang-orang yang menulis itu sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada masalahnya, pada amarahnya, pada kegelisahannya. Sehingga ia mau repot-repot menuangkan menjadi sebuah rekaman kata. Sesuatu yang mungkin tidak pernah ia lakukan untuk hal-hal lain, sesuatu yang mungkin terpaksa ia lakukan untuk pelajaran di sekolah. 

Mereka jatuh cinta pada segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Mungkin mereka tidak menyadari itu hingga kelak di suatu hari mereka membaca tulisannya sendiri. Saat keadaan telah berubah, saat hidup berjalan lebih baik, saat pikiran semakin lurus dan jernih.

Mereka akan tersenyum membacanya dan menertawakan dirinya sendiri. Menyadari ternyata mereka pernah seperti itu.

http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/112234040847/orang-orang-yang-menulis

***

NAH PERSIS!

Jadi, beberapa waktu belakangan, gw ditawari komitmen menulis. Tapi belum apa-apa, udah pesimis duluan. Ya gimana dooong, yang berbau komitmen tuh agak mengerikan soalnya. Padahal, sebagian diri gw super bersemangat mau terlibat! Galau deh.

Lalu mendaratlah pada coretan “Orang-orang yang Menulis” karya Kurniawan Gunadi ini. Seketika, rasanya menghangat. Seolah dapat dukungan tak terlihat dari semesta yang dihadirkan lewat tulisan. Semoga cinta gw cukup kuat untuk mau repot-repot menggali rasa. Menggali masalah, gelisah, marah, maupun senyum sumringah.

Terus gali, walaupun susah payah.

***

"When you leave this world, what kind of person do you want to be remembered as and what do you want to leave as legacy?" -Cune

Wadaw. Pertanyaan berat. Entah kenapa, terlintas lagu Lucky Man-nya Mocca ini:

Some people say you're a lucky man
to win the first prize lottery

Some people say you’re a lucky man
to have a high-flying bright career

But I know they're wrong
and I'm sure they're wrong 

Some people say you're a lucky man
to have a lot of friends out there 

Some people say you're a lucky man
to have doors open everywhere

But I know they're wrong

You're a very lucky man
to know such a girl like her

Sederhana, cheesy, dan mungkin terdengar egois. Tapi gw ingin membuat orang merasa beruntung telah mengenal gw. Cukup? Oke kurang. Pertanyaan soal legacy belum terjawab.

Hmm.. ternyata susah juga ya. Katanya, gajah mati meninggalkan gading. Manusia mati meninggalkan nama. Mungkin, satu-satunya legacy yang bisa gw tinggalkan adalah nama baik.

Auk ah. Sulit. Haha.

0 comments: