Paham Diri

Semalam, saya dan seorang teman ngobrol panjang. Topiknya adalah Limitless Campus dan berbagai ukurannya. Salah satu yang panjang dibahas adalah soal paham diri.

Bagaimana seseorang bisa dikatakan sudah paham diri?
Kenapa harus paham diri?
Apakah diri sebegitu pentingnya untuk dipahami?
Apa 'bahasa operasional' dari mindfulness?
Apa bedanya dengan empati?

Berat ya bok!

Setelah penjelasan berbelit-belit, akhirnya saya sadar. Barangkali, paham diri sesederhana paham apa yang disukai dan yang penting. Bukan penting menurut orang lain, tapi menurut diri sendiri. Dan nggak perlu galau kalau nggak bisa memilih keduanya. Hidup kan nggak selalu ideal.

Ada kalanya kita menyukai sesuatu walaupun nggak penting-penting amat. Atau sebaliknya, hal penting yang nggak kita sukai. It's okay. Deal with it, make peace with yourself.

Kalau mencoba refleksi, apakah saya bisa bilang sudah paham diri? Mungkin, jawabnya ada di ujung langit. Kita ke sana dengan seorang anak. Anak yang tangkas dan juga pemberani.

1 comment:

cune said...

wah menarik nih.. gw juga lagi mau bikin alat ukur buat tahu seseorang udah paham diri apa belom hehe..

Powered by Blogger.