Posts

Showing posts from September, 2017

Life Mission

"Del, gimana ya ngejelasin life mission?" Eh gimana?

Di suatu sore, teman saya out of nowhere lempar pertanyaan sederhana yang mengingatkan saya pada kata-kata Pak Anies waktu reshuffle: "jabatan bisa berganti, tapi setialah pada misi".

Eta terangkanlah. Misi naon?

Makin ke sini, saya makin skeptis sama berbagai jargon. Mungkin saking seringnya mengorbit sama orang-orang yang mahir retorika sekaligus bergaul dengan mereka dengan tipe "cut the flowery words. So what's the point? What are you trying to say?"

Sisi positifnya, saya jadi terlatih untuk menyeimbangkan keduanya. Makanya, pertanyaan teman saya itu jadi pembahasan seru. Saling bertanya contoh, konteks ke diri sendiri, dan akhirnya kami menyimpulkan begini kira-kira:

Tiap orang punya peran. Misalnya saya. Kalau di rumah, peran saya sebagai anak, juga kakak. Kalau di pekerjaan, perannya ya sebagai pekerja. Tapi kalau dalam tim kecil, dalam beberapa hal, saya yang pegang peran untuk bertanggung …

Make Time

Menulis itu susah. Apalagi, menulis yang memang diniatkan agar orang lain membaca, bukan untuk buku harian biasa.
Bertemu itu susah. Apalagi, bertemu yang memang diniatkan di sela kesibukan, bukan kebetulan.
Olahraga itu susah. Apalagi, olahraga yang memang diniatkan rutin tiap pagi, bukan hanya sesekali.
Berbisnis, membuat gerakan, atau apa pun wujud inisiatif itu susah. Apalagi yang memang diniatkan untuk menghidupi diri, bukan sekadar hobi.
Kenapa susah? Apa tak cukup waktu? Karena sebenarnya, resepnya cuma satu: meluangkan waktu. Mencicil dan membiasakan apa-apa yang susah itu.
Sebelum menyerah, mari bertanya kembali pada diri: sudahkan mengusahakan?
Lagipula, kalau semua mudah, apa serunya?

How Do I Know?

"Pertanyaan 'kapan' tuh mulai bikin tertekan deh"
Akhirnya, di sebuah kesempatan curhat sama teman-teman dekat, terlontar juga keresahan ini. Bukan karena saya ngebet mau nikah tapi belum ada calonnya. Tapi karena ingat eyang-eyang kesayangan yang udah nggak muda lagi itu (IYALAH).
Tekanan datang dari mereka yang justru sangat berhati-hati tanya ke saya, tapi terasa sekali berharap banyak. Mereka yang tiap ketemu harus ritual cium tangan cium pipi lalu sekarang tambahan ritual baru: bisikan "jadi kapan?"
Dan selalu saya jawab "doain aja" lalu dibalas "jangan lama-lama ya. Mumpung eyang masih ada"
NAH YANG BEGINI INI YANG BIKIN TERTEKAN!
Sialan nih. Belakangan saya melatih empati karena banyak peristiwa yang bikin saya sadar kebutuhan untuk menjadi lebih peka. Lebih 'manusiawi'.
Efek sampingnya adalah peer baru untuk kontrol kebaperan. Mengasah rasa, belajar jadi lebih perasa, kadang bikin saya jengah sendiri.
Why are you doing t…