Life Mission

"Del, gimana ya ngejelasin life mission?"
Eh gimana?

Di suatu sore, teman saya out of nowhere lempar pertanyaan sederhana yang mengingatkan saya pada kata-kata Pak Anies waktu reshuffle: "jabatan bisa berganti, tapi setialah pada misi".

Eta terangkanlah. Misi naon?

Makin ke sini, saya makin skeptis sama berbagai jargon. Mungkin saking seringnya mengorbit sama orang-orang yang mahir retorika sekaligus bergaul dengan mereka dengan tipe "cut the flowery words. So what's the point? What are you trying to say?"

Sisi positifnya, saya jadi terlatih untuk menyeimbangkan keduanya. Makanya, pertanyaan teman saya itu jadi pembahasan seru. Saling bertanya contoh, konteks ke diri sendiri, dan akhirnya kami menyimpulkan begini kira-kira:

Tiap orang punya peran. Misalnya saya. Kalau di rumah, peran saya sebagai anak, juga kakak. Kalau di pekerjaan, perannya ya sebagai pekerja. Tapi kalau dalam tim kecil, dalam beberapa hal, saya yang pegang peran untuk bertanggung jawab kalau ada kerjaan yang nggak beres.

Kalau di kegiatan relawan, perannya sebagai panitia. Kalau lagi di bioskop, perannya sebagai penonton. Dan berbagai peran lainnya. Bisa ganti-ganti sesuai lingkupnya.

Satu yang pasti, tiap peran akan menyampaikan pesan. Jadi intinya, barangkali, misi hidup itu ya sesederhana pesan apa yang mau disampaikan lewat peran yang sedang dimainkan.

Ah well, forget this crap.

No comments:

Powered by Blogger.