2017. Ada Apa?

12 bulan ini berjalan luar biasa sampai saya sendiri bingung mana yang mau di-highlight. Mungkin secara acak dan teringat ada beberapa:
  1. Mengutarakan sesuatu yang nggak pernah terpikir seumur hidup akan melakukan ini. Ada di tahap memastikan kesiapan diri dan punya ekspektasi jawaban.
  2. Mengalami sesuatu yang cukup mengobrak-abrik apa-apa yang tadinya saya percaya. Walaupun sebetulnya nggak boleh melabeli diri, tapi bisa dibilang ini 'depresi mini'. Karena satu tingkat di atas sedih, tapi barangkali 1 tingkat di bawah depresi yang sebenarnya.
  3. Membuktikan sendiri ungkapan yang bilang "orang yang jarang marah biasanya sekalinya marah, ngeri banget" dan bersyukur masih ada yang peduli.
  4. Sambungan poin 1. Secara mengejutkan, tak lagi mencari jawaban. Yang dicari adalah ketenangan. Menikmati ketidakpastian.
  5. Mendapat 2 panggung besar: syuting Big Circle di Metro TV dan isi acara di Idea Fest. Malah makin sadar, saya tak butuh panggung sedemikian besarnya.
  6. Ohya, 1 panggung lagi: acara That's ID di Bandung yang seharusnya dihadiri Rene. Prinsip "show must go on" yang alhamdulillah nggak seburuk yang dibayangkan. Ah, pikiran memang mengerikan.
  7. 'Bayi' yang namanya Limitless Campus ini lagi lucu-lucunya. Seluruh perhatian saya buat LC, yang untungnya disadarkan bahwa saya pun perlu mengurus diri sendiri.
  8. Hidup yang jumpalitan setahun ini menyadarkan bahwa saya punya 3 ketakutan tersembunyi: takut kaya raya, takut menjadi populer, dan takut dicap sombong. Padahal seharusnya sudut pandangnya diubah: alhamdulillah berkecukupan makanya harus makin sering berbagi, alhamdulillah dikenal makanya harus jaga sikap dan jadi contoh yang baik, dan alhamdulillah punya prestasi. Berbanggalah!
  9. Saya nggak perlu cari mentor jauh-jauh. Di rumah ada mentor terbaik: papa.
  10. Tim terbaik setelah Paseranger: Kacangs. Bersyukur kenal dan kerja bareng mereka. Oh tim LC juga sih. Selalu menyenangkan berada dalam tim yang bekerja sepenuh hati.
  11. Intinya, alhamdulillah masih setia pada pilihan "mengorbit pada orang-orang yang passionate dengan apa yang dikerjakan".
  12. Mempertanyakan, kalau ada istilah 'take it for granted' kenapa nggak ada --kalau pun ada, nggak populer-- istilah 'give it for granted'?
  13. Konsisten menyalurkan energi untuk bikin forum diskusi. Kalau waktu kampanye bikin Netizen Gathering untuk diskusi isu-isu di Jakarta, setelah itu bikin PM Nonton untuk nobar dan diskusi film-film buatan anak bangsa.
  14. Makin paham bahwa konsep paham diri sifatnya sangat dinamis. Akan ada masa-masa di mana kita merasa asing sama diri sendiri, dan gpp kok. Namanya pengalaman, ya harus dialami.
  15. Tahun ini tahunnya belajar tentang milennials. Sampai diledekin 'Dela Madela si Gadis Milennial'. Iya, KZL. L-nya satu. Zzz.
Segitu dulu. Nanti ditambahkan kalau ingat.

No comments:

Powered by Blogger.