Mencari Patah Hati

Haha, aneh ya? Patah hati kok dicari?

Jadi gini. Saya lagi waswas nih. Sekarang saya ada dalam kondisi seharusnya merasa patah hati. Tapi kok ya malah biasa aja.

Kenapa waswas? Karena tingkatan di atas patah hati adalah mati rasa. Tapi jangan-jangan, bisa jadi bukan mati rasa, cuma nggak benar-benar sepenuh hati.

Makanya, saya lagi ‘turun gunung’ nengokin ‘album’ jatuh cinta dan membayangkan sebaliknya. Tapi jadi membingungkan. Kok ya rasanya malah hangat banget. Bukan patah hati, bukan juga mati rasa. Dibilang nggak sepenuh hati juga bukan. Beneran ternyata, bukan basa-basi.

Ah, mungkin sistem kerja otak dan hati lagi eror se-eror-eror-nya. Atau emang ingatan dan perasaan manusia tuh diragukan originalitasnya. Bisa seenaknya dikurangi atau ditambah. Banyak bumbunya. Waktu saya cerita ke seorang teman, dia aja sampai bilang “Del, kok bisa sih?” Ya nggak tau. Saya pun masih mencari patah hati.

Kenapa rumit amat sih mempelajari emosi?

No comments:

Powered by Blogger.