12 Hari Bercerita: Sebuah Prolog

Beberapa waktu belakangan, saya baca-baca tulisan lama. Mengenang aktivitas waktu bekerja pertama kali. Bekerja sebagai 'pelarian' patah hati. Mencari kesibukan melawan lupa.

Tapi saya ogah melabeli diri cari pelarian. Apalagi kerja cari duit. Maka saya dengan keras kepala menanamkan mindset "bekerja itu belajar yang dibayar". Ah rasanya malas kembali menuliskannya. Sudah terekam di Instagram.

Saya mau cerita dari sudut pandang lain.

Ternyata banyak yang terjadi dalam (hampir) 2 tahun kerja perdana sebagai creative officer di sebuah konsultan marketing yang baru berdiri. Mulai dari bikin billboard, balon udara, desain stiker mobil, TVC, jadi event organizer, trainer SPG, instruktur outbond, daaannn.. banyak lagi. Gila sih kalau dipikir-pikir!

Pekerjaan saya sekarang juga hampir 2 tahun. Dibilang nggak kerasa, namanya dusta. Soalnya KERASA BANGET JIR!!!

Mungkin karena makin ke sini saya makin 'hadir', jadi apa-apa yang kejadian nggak lewat gitu aja. Bener-bener dialami, dihayati. Saking menghayatinya, kadang ya 'engep' juga. Tapi anggep aja proses.

Ini sebenernya nanggung banget sih. Tapi gpp. Mulai besok saya mau coba lagi menulis sampai Februarinya selesai. Semacam buku harian terbuka. Biar proses menghayatinya makin totalitas. Semoga konsisten. Yosh!

No comments:

Powered by Blogger.