H3: Asih, Asuh, Asah

"Asah-asih-asuh itu buatan Belanda. Yang benar, urutannya kebalik: asih-asuh-asah" -Mas Adjie, seorang penggerak lokal di sebuah kampung di Gandaria.
Ini senada juga sama istilah Mas Ivan: amati-alami-asah. Kalau dipikir-pikir, bener juga. Yang pertama ya kenal dulu. Amati. Asih.

Lalu dihayati perannya. Alami. Asuh.

Terakhir baru didalami. Asah.

Saya terlalu ngantuk untuk lanjut mikir dan nulis. Jadi yaudah segini aja deh.

No comments:

Powered by Blogger.