Tentang Menjadi Enterpreneur

Saya selalu heran ketika ada yang punya cita-cita jadi enterpreneur. Apalagi sekarang lagi zamannya start up. Gelar Founder dan CEO udah kayak tahu bulat. Digoreng dadakan langsung jadi. Bahkan, berani resign dari pekerjaan tetap untuk banting setir jadi enterpreneur.

Yearite. Terdengar keren sih. Tapi nggak buat saya. Yang saya pedulikan, bukan tentang menjadi enterpreneurnya. Tapi apa yang dilakukan dengan peran tersebut.

Masih tentang LC, saya nggak pernah kebayang ngurusin inisiatif model begini. Yang saya kebayang, ya mental 'pembantu umum' aja. Cukup bahagia dengan bisa membantu orang lain. Apalagi, kalau bisa estafet. Bantuan saya ke orang lain bisa bikin dia bisa bantu yang lainnya lagi.

Nah, kalau menjadi enterpreneur bisa berfungsi sebagai tongkat estafet kebaikan, baru deh masuk akal. Soalnya yang sering ditemukan, pengen ya pengen aja. Kurang tergali 'why' nya. Setia pada peran, padahal, yang esensial itu setia sama misinya.

No comments:

Powered by Blogger.