Unsolved Business

Sebagai orang yang mengutamakan clarity, selalu bingung sama orang-orang yang seneng banget ngegantungin keputusan.

Penasaran. Apa enaknya menunda nggak menjawab, padahal pertanyaan yang diajukan jelas-jelas mendesak untuk dijawab? Bukannya malah jadi ngerasa dihantui ya?

Apa enaknya menghindari konflik ketika konflik nggak terhindarkan? Malahan, semakin menghindar, semakin nggak beres-beres.

Padahal jawab tinggal jawab. Atau kalau emang butuh waktu, tinggal bilang, kapan tenggatnya.
Biar gimanapun, berkomunikasi secara terbuka selalu menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang diem aja, seolah nggak ada masalah.

Yaudalah ya, Del. Seenggaknya lo udah cukup gagah untuk berani bertanya, memulai percakapan.

The rest, it's not your business nor your fault, though you know it's still unsolved business and you (indirectly) contribute small part to the mess. At least you're being responsible. Don't feel guilty for no reason -_-

No comments:

Powered by Blogger.