Yakin?

Beberapa hari lalu, saya main ke Jepang, berkunjung ke sebuah lembaga belajar yang menyebut diri democratic university.

Iya, seniat itu bela-belain banget karena saya mau meyakinkan diri kalau apa yang dikerjakan sekarang memang apa yang mau saya kerjakan.

Namanya Shure University. Sudah berdiri selama 11 tahun. Biarpun namanya universitas, tapi Shure ini nggak dapet pengakuan dari pemerintah karena nggak kasih gelar. Belajar ya belajar aja.

Sebagai penganut mahzab demokratis, di Shure, semuanya ditentukan secara terbuka. Uang pangkal hasil kesepakatan bersama. Kurikulum nggak ada, karena muridnya ngerancang sendiri study plan selama setahun. Bahkan lulusnya pun nggak ditentukan dosen, tapi memutuskan sendiri kapan.

Walaupun, tetep ada tuh semacam 'sidang skripsi' dan ada sesi diskusi intens, menguji kesiapan murid tersebut untuk kembali ke masyarakat.

Menariknya lagi, ada yang namanya "Clapping of Destiny" di mana orang-orang yang nonton 'sidang' tersebut kasih feedback berupa tepuk tangan. Kalau meriah, tandanya dia direstui untuk lulus. Kalau sepi tepuk tangan? Ya gpp juga, kan yang memutuskan si murid sendiri.

Della being Della, jelas laaah saya seneng banget ke sana, ngobrol sama kepala sekolahnya, namanya Kageki. Rasanya optimis banget ada yang bikin 'universitas' kayak gini. Kalau mereka bisa, di Indonesia juga harusnya bisa dong?

Tapi lagi-lagi, Della being Della, terselip juga sedikit keraguan. Yakin mau bikin model kayak gini di Indonesia? Yakin gelar nggak penting? Yakin punya nafas panjang untuk lari marathon, ngerjain ini semua? Yakin siap menghadapi realita yang kadang lebih kejam dari ibukota? Seyakin apa?

Yaudah, jalanin dulu aja. Harusnya nama adalah doa ya. Limitless Campus. Kalau masih ngebatesin diri, malu sama nama.

Ini ceritanya nulis buat afirmasi diri aja sih, soalnya ada pertanyaan yang sejujurnya paling mengganggu:

Mau sampai kapan?

Senyaman-nyamannya sendirian, ngerasa sendirian tuh senyata ini yah. Mikir sendiri, nanya sendiri, nggak bisa jawab sendiri. Zzz.

No comments:

Powered by Blogger.