Posts

Showing posts from July, 2018

Nyicil Patah Hati

Saya punya kebiasaan aneh dalam mengantisipasi kekecewaan dan/atau perubahan, yaitu nyicil patah hati.
Istilahnya aja udah aneh kan? Analoginya begini. Lo punya pacar, tapi kayaknya mulai bau-bau putus. Sebelum putus beneran, nyicil ngebayangin dulu, pasca putus gimana ya? Kalau biasanya ada yang nelfon tiap hari, kalau tau-tau nggak telfonan, kayak apa ya? Kalau biasanya dijemput trus makan malem bareng, kalau makan sendirian, apa rasanya ya?
Semacam itulah.
Konteks nyata, waktu saya nyaris keterima jadi PM. Saat itu, 'nyicil'-nya justru kalau nggak keterima, bakal kapok nggak ya? Bakal self blaming atau justru banyak introspeksi? Masih semangat kerja nggak?
Terus ternyata keterima, skenario cicilan buyar semua. Hahaha.
Mungkin selain aneh, sebagian orang menganggap apa yang saya lakukan sia-sia. Tapi ada kalanya nggak se-percuma itu karena beneran kejadian tuh patah hati.
Salah satu momennya adalah saat saya nembak cowok (sekali-kalinya seumur hidup) dan ditolak. Tapi karen…

Kepikiran

Saturn return. Mulai dari nol. Melepas atau tetap. Value and purpose. Jacotot. Mindfulness. Sense of authority. Ruang diskusi. Feedback. Pendidikan. Belajar cara belajar. Pembelajar sebagai pembuat keputusan. Memutuskan. Prioritas. Identitas. Idealisme. Realita. Ruang kompromi. Kesiapan dan persiapan. Random. Chaos. Uncertainty. Bingung. Menciptakan pilihan. Memilih.

Auk ah.

Perang Abadi

Apa kamu pernah merasa terjebak di sebuah situasi di mana kamu yakin banget nggak akan menang?
Di mana kamu tau, sang lawan pun nggak mau menang.
Di mana kamu sadar, bukan pemenang yang dicari, melainkan siapa yang akhirnya memutuskan untuk menyudahi.
Pertanyaannya, bagaimana bisa berakhir kalau nggak pernah dimulai?