Ekskul

"Mungkin lo butuh ekskul"

Gw ingat dulu seorang teman curhat, dia merasa datar-datar aja bekerja. Kayak nggak punya semangat hidup.

Salahnya gw, saran ini diberikan tanpa mencoba berempati sama keadaan dia.

Waktu itu, alih-alih menjadi pendengar yang baik, dengan nggak sensitifnya gw malah cerita keseruan hidup sendiri.

Tapi sekarang temen gw itu udah mulai menikmati rutinitasnya. Lega sih dengernya, apalagi solusinya bukan ngikutin saran sesat gw waktu itu, tapi dengan mengubah sudut pandangnya.

Dia mencoba berteman dengan konsekuensi. Kerjaan mah nggak ada yang enak doang. Pasti sepaket sama nggak enaknya, termasuk merasa "gitu-gitu doang".

Ya nggak sesat-sesat amat sih. Cuma kurang bijak aja. Apa yang baik buat kita belum tentu cocok buat orang lain kan?

Tapi kalau sekarang, boleh dong gw cerita? Dengan penuh kesadaran bahwa emosi nggak mutlak, gw nggak bisa bohong bahwa gw saat ini ngerasa 'hidup' dengan keberadaan 'ekskul' yang diselipkan di gunungan kesibukan. Nggak tahu kalau nanti.

Mungkin bener kata orang. Nggak ada tuh alesan sibuk. Kalau niat, pasti diusahakan, walaupun konsekuensinya kewalahan ngatur waktu.

Gw mulai nari lagi, ngurus komunitas sosial lagi --bahkan udah punya nama sendiri "Inspirasa", bikin workshop hore-hore lagi namanya "Mendadak Kelas", jadi relawan event lagi, dan berbagai 'ekskul' lainnya.

Mungkin punya 'ekskul' bukan saran terbaik buat semua orang, tapi buat gw, menjadi sesuatu yang perlu disempet-sempetin. Toh, tidur-tiduran juga capek, kenapa nggak sekalian capek yang berfaedah?

Alhamdulillah masih dikasih kesempatan ngerasain nikmat capek :)

Comments

Fia said…
Salam kenal mbak. Kirain saya doang yang merasa suka cerita keseruan hidup sendiri sama temen. Dan selanjutnya suka tiba2 ga enak. Iya yang kita mau belum tentu cocok sama orang lain. Saya pernah berhenti dari “ekskul” tersebut tpi ternyata toh ga bikin hidup lebih baik juga. Malahan banyak malesnya. Tapi setelah manjelankan ekskul lagi, banyak kegiatan sana sini jadi terpaksa ngatur waktu dan budget. Dan produktif itu memang lebih baik. ��
Haaai.. salam kenal mbak Fianifia (punten panggilannya apa?). Hihi, sepakattt! Menjadi produktif emang menyenangkan yah :D