Kangen

Kangen nulis. Kangen ngobrol. Kangen ngobrol lewat tulisan. Kangen nulis apa yang diobrolin. Kangen kamu pokoknya.

Tapi kamu yang dulu bukan kamu yang sekarang. Ya namanya juga hidup kan. Kadang tumbuh beriringan, kadang bercabang dan menjauh.

Aku pikir, aku hanya butuh sedikit usaha cari waktu bertemu. Tapi semesta memang suka bercanda. Semakin keras usahaku, semakin jauh kamu.

Biar begitu, namamu terus mengorbit di keseharianku. Kenapa sih dari semilyar nama di dunia, harus kamu? Mungkin memang pasaran, tapi pasarku kan harusnya bukan namamu.

Rindu, obatnya bertemu, bukan? Apa jangan? Jangan. Kenapa? Biar semesta yang bekerja. Kalau memang saatnya, akan tepat waktunya.

Semoga segera. Ralat. Semoga saat siap.

Comments