Menerjemahkan Bahagia

Judul postingan ini gw 'pinjem' dari judul cerita perjalanannya Windy Ariestanty di buku The Journeys 3. Kalau kata penulis kece ini:
"Bahagia itu tentang berkenalan dengan kata cukup. Belajar merasa cukup"

Tadi siang, ceritanya gw mau ngelanjutin recap-an yang blom selesai sekaligus melirik sekilas apa-apa yang terjadi selama bulan Desember 2013 dan Januari 2014. Saat itu, senyum gw refleks mengembang lebar.

Katanya, bahagia itu sederhana. Betul banget. Saat me-recap aka mengingat cuplikan kenangan, gw baru sadar bahwa gw udah lupa rasanya ngga bahagia, dan hai itu bikin gw mendadak merasa bahagia. Ya, sesederhana itu.

Mungkin, rupiah di rekening gw makin lama makin tirus karna belum ada penghasilan tetap lagi, tapi bukan berarti itu mengurangi kadar kebahagiaan gw. Bener kata Windy tentang terjemahan bahagia: belajar merasa cukup.

Ah, alhamdulillah :)

Comments