Forgiveness

Photo taken at Nabawi, February 2014

Lebaran kali ini alhamdulillah berjalan cukup lancar, setelah 5 tahun pasti ada aja sesuatu yang mengganjal.

Beberapa lebaran belakangan, kata "maaf" jadi kata yang susah diucapkan sekaligus sangat diharapkan. Duh, kalau diingat-ingat, rasanya pengen gali lubang, nyemplung, dan kubur diri. Malu. Lebaynya drama ngalah-ngalahin Ncess Uscita.

Tapi kalau mau ambil ekstraknya hikmahnya, ini proses lah ya. Dari sekian kali lebaran yang udah dilewati, gw banyak belajar dan makin paham betapa dahsyatnya kekuatan kata "maaf".

Kalau sekarang sih berasanya super lebay, tapi kala itu, emang segitu cetar-membahana-luar-biasa-ulala nya.

Manusia khilaf. Manusia meminta maaf. Katanya, seseorang mungkin aja memaafkan, tapi belum tentu melupakan. Ngga masalah. Kenapa harus dilupakan?

Never forget is never an issue. Never forgive is. Ain't it burdening, not to forgive others? So, to enlighten our burden, why don't we all make room for forgiveness?

Emang ngomong sih gampang. Tapi pelaksanaannya? Butuh keberanian tingkat dewa untuk mengakui kesalahan dan sungguh-sungguh meminta maaf. Dan juga, kalau kata Sherina "...hanya yang berjiwa ksatria yang mau memaafkan".

Been there done that.

Lega banget rasanya saat permintaan maaf akhirnya diterima. Begitu pula sebaliknya. Ada rasa lega luar biasa saat bisa ikhlas memaafkan.

Jadi, semoga mulai lebaran kali ini dan seterusnya, kita semua bisa jadi orang-orang pemberani dan berjiwa ksatria.

Because nothing's more peaceful than the act of forgiveness :')

Comments